Transformasi Digital Pendidik Masa Kini: SMP Negeri 5 Dusun Selatan Dorong Guru Naik Kelas Bersama Ruang Guru

SMP NEGERI 5 DUSUN SELATAN
By - Abu Kayyis
0

Dusun Selatan, 22 Agustus 2026

Transformasi pendidikan tidak lagi sekadar tentang perubahan kurikulum, tetapi juga tentang bagaimana guru mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna. Semangat inilah yang mewarnai kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemanfaatan Ruang Guru yang dilaksanakan di SMP Negeri 5 Dusun Selatan, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Azis, S.HI., S.Pd.I

Mengusung semangat “Transformasi Digital Pendidik Masa Kini”, kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi para pendidik untuk memperluas wawasan dan keterampilan dalam memanfaatkan platform pendidikan digital serta kecerdasan artifisial (AI) sebagai bagian dari pembelajaran abad ke-21.

Melalui kegiatan tersebut, guru tidak hanya diperkenalkan pada berbagai fitur dan sumber belajar digital, tetapi juga diajak untuk melihat kembali perubahan paradigma pembelajaran. Guru tidak lagi ditempatkan semata-mata sebagai satu-satunya sumber informasi, melainkan sebagai desainer pengalaman belajar, fasilitator, dan penggerak keterlibatan peserta didik.

Dari Mengajar Secara Konvensional Menuju Pembelajaran Digital

Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam kegiatan Bimtek adalah pemanfaatan ekosistem pendidikan digital untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih terintegrasi.


Dengan pendekatan tersebut, ruang belajar tidak lagi terbatas pada ruang kelas. Guru dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar digital, sementara peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih interaktif, kolaboratif, dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Kegiatan juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak dan terarah. Teknologi bukan tujuan akhir pembelajaran, melainkan 

"alat untuk membantu guru menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif, menarik, dan relevan dengan karakteristik peserta didik masa kini".

Berbasis Metode START: Situasi – Tantangan – Aksi – Refleksi – Tindak Lanjut

Dalam proses Bimtek, peserta diajak menggunakan START, yaitu Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi, dan Tindak Lanjut.

Pendekatan ini mendorong guru untuk tidak berhenti pada tahap “bisa menggunakan teknologi”, tetapi melangkah lebih jauh dengan mempertanyakan bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran.

Guru diajak mengenali kondisi pembelajaran yang dihadapi, mengidentifikasi tantangan, menentukan aksi yang tepat, melakukan refleksi terhadap praktik yang telah dilakukan, kemudian menyusun tindak lanjut untuk perbaikan pembelajaran.


Dengan demikian, pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas pembelajaran yang berkelanjutan.

Dari Pengajar Pasif Menjadi Fasilitator Inovatif

Salah satu pesan penting yang mengemuka dalam kegiatan ini adalah perubahan peran guru di era digital.

Sambutan dari Kepala Sekolah Norhanah, S.Pd.I

Jika sebelumnya materi pembelajaran cenderung bersifat statis dan menggunakan sumber belajar konvensional, maka setelah mengenal berbagai sumber digital, guru memiliki lebih banyak pilihan untuk menghadirkan video pembelajaran, permainan edukatif, laboratorium maya, asesmen digital, hingga pemanfaatan AI.

Begitu pula dengan proses penilaian. Teknologi memungkinkan guru melakukan penilaian secara lebih efisien, memperoleh informasi pembelajaran dengan lebih cepat, serta menggunakan data tersebut sebagai bahan untuk menentukan strategi pembelajaran berikutnya.

Perubahan tersebut pada akhirnya bermuara pada satu tujuan utama: peserta didik yang lebih aktif, kolaboratif, kritis, dan mampu belajar sesuai dengan kebutuhan serta zamannya.


Membangun Ekosistem Pendidikan yang Terintegrasi

Bimtek juga mengajak para pendidik untuk melihat bahwa keberhasilan transformasi digital tidak dapat dibebankan hanya kepada guru.

Mendampingi Guru dalam Membuat Media Ajar



Diperlukan sebuah ekosistem pendidikan yang terintegrasi, yang melibatkan sekolah, guru, peserta didik, orang tua, serta berbagai sumber dan komunitas pembelajaran.


Sekolah berperan menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi. Guru menjadi penggerak pembelajaran. Peserta didik menjadi subjek aktif dalam proses belajar. Sementara orang tua dan masyarakat menjadi bagian dari ekosistem yang turut memberikan dukungan terhadap perkembangan peserta didik.

Saatnya Guru Beradaptasi dan Terus Bertumbuh

Kegiatan Bimtek Pemanfaatan Ruang Guru di SMP Negeri 5 Dusun Selatan menjadi momentum penting untuk membangun budaya belajar bagi para pendidik.


Sebab, di tengah perubahan teknologi yang begitu cepat, guru dituntut untuk terus belajar. Guru yang hebat bukanlah guru yang mengetahui segala sesuatu, melainkan guru yang bersedia terus belajar agar mampu membantu peserta didiknya menghadapi masa depan.

Transformasi digital pada akhirnya bukan tentang siapa yang paling mahir menggunakan teknologi. Lebih dari itu, transformasi digital adalah tentang bagaimana teknologi digunakan untuk membuat pembelajaran menjadi lebih manusiawi, bermakna, adaptif, dan berdampak.

Dari SMP Negeri 5 Dusun Selatan, semangat itu terus tumbuh:

“Bertransformasi bukan berarti meninggalkan cara lama sepenuhnya, tetapi berani menemukan cara baru yang lebih baik untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna.”

Melalui Bimtek ini, diharapkan para pendidik SMP Negeri 5 Dusun Selatan semakin siap menjadi guru adaptif, kreatif, inovatif, dan transformatif dalam menghadapi ekosistem pendidikan di era digital dan kecerdasan artifisial.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)